Disney's 4 Rasio Keuangan Utama (DIS)

Disney's 4 Rasio Keuangan Utama (DIS)

Walt Disney Company (NYSE: DIS DISWalt Disney Company98 64+ 0 30% Dibuat dengan Highstock 4. 2. 6 ), raksasa media dan terkenal operator taman hiburan Walt Disney, telah mengalami beberapa kelancaran dalam lini program media, karena konsumen di Amerika Serikat semakin mengurangi langganan TV kabel mereka. Terlepas dari ketakutan ini, Disney tetap merupakan kekuatan yang tangguh di cakrawala media, dan saluran olahraga premium ESPN kemungkinan akan terus menghasilkan keuntungan operasional yang signifikan bagi perusahaan. Dengan tekanan bisnis yang menjulang, ada fokus baru pada margin operasi dan bersih perusahaan. Selain itu, analis keuangan mengamati dengan seksama untuk melihat apakah pengembalian investasi investasi (ROIC) dan pengembalian ekuitas (ROE) Disney akan turun sebagai akibat dari angin ribut bisnis.

Margin Usaha

Bisnis media Disney sangat bergantung pada produksi dan distribusi konten media di beberapa saluran, termasuk jaringan ESPN dan ABC sendiri. Pemrograman dan produksi adalah komponen biaya terbesar untuk Disney, dan mungkin berfluktuasi dari tahun ke tahun tergantung pada jumlah film dan konten video lainnya di jaringan produksi perusahaan. Selain itu, margin operasi Disney sangat bergantung pada kesuksesan dan popularitas film dan konten pemrograman lainnya di kalangan konsumen. Berdasarkan tahun fiskal 2015 yang berakhir pada 3 Oktober 2015, Disney telah menunjukkan marjin operasi 25,21%, yang merupakan tinggi 10 tahun perusahaan.

Konsumen memotong langganan TV kabel mereka dan meningkatnya biaya pemrograman dapat memberikan tekanan jangka pendek pada margin operasi Disney. Analis memperkirakan margin operasi perusahaan kemungkinan akan turun dalam satu atau dua tahun ke depan dan kemudian stabil. Karena manajemen Disney menunjukkan alokasi modal yang cerdik dan kemampuan untuk menekan biaya, sangat tidak mungkin perusahaan akan melihat penurunan laba operasionalnya yang dramatis.

Net Margin

Disney sangat berhati - hati dengan pinjamannya dan mempertahankan rasio hutang terhadap ekuitas (D / E) yang kurang lebih konstan dari tahun 2010 sampai 2015, yang menghasilkan relatif stabil margin bersih Margin bersih merupakan metrik penting karena menunjukkan berapa banyak keuntungan yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa yang diperoleh perusahaan untuk setiap dolar penjualan. Sementara tarif pajak tetap relatif konstan untuk perusahaan, marjin bersih Disney cenderung berfluktuasi sebagai akibat dari biaya yang tidak berulang, perubahan biaya bunga dan leverage operasi. Dari tahun 2006 sampai 2015, marjin bersih Disney berkisar antara 9. 15% di tahun 2009 sampai 15. 98% di tahun 2015, dan rata-rata marjin bersihnya adalah 12. 44%.

Return on Equity

ROE perusahaan adalah metrik penting karena menyampaikan gagasan tentang berapa banyak perusahaan memperoleh dolar dari ekuitas biasa.Selain meningkatkan pendapatan, ROE dapat dipengaruhi oleh perubahan ekuitas pemegang saham sebagai hasil dari pembelian kembali saham dan pembayaran dividen yang signifikan, yang menurunkan ekuitas dan meningkatkan ROE. Disney's ROE memuncak pada tahun 2015, di 18. 73%, selama 10 tahun terakhir. Perusahaan mencapai ROE yang tinggi ini dengan melakukan pembelian kembali saham secara besar-besaran dan secara signifikan meningkatkan profitabilitasnya. Dari 2011 sampai 2015, Disney membeli kembali saham biasa seharga $ 24. 7 miliar, yang sebagian ditundukkan oleh penerbitan berbagai kompensasi berbasis saham. Pembelian kembali saham mereka sendiri sangat menarik bagi perusahaan, yang para eksekutifnya menganggap saham perusahaan bernilai undervalued.

Return on Invested Capital

Meskipun ROE dapat memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bagi setiap dolar dari modal ekuitas, selalu bermanfaat untuk melihat laba atas semua modal yang digunakan oleh perusahaan. Hal ini terutama berlaku untuk perusahaan yang sangat leverage dan menggunakan modal ekuitas yang sangat kecil. Disney berhasil menjaga agar hutangnya tetap stabil dari tahun 2010 sampai 2015, dengan rasio D / E berada pada angka 0,29 pada tahun 2015. Namun, sebelum tahun 2010, rasio hutang terhadap ekuitas lebih tinggi dari 0,3 dan rata-rata pada 0 Rasio ROIC dihitung dengan mengambil laba operasi setelah pajak dan membaginya dengan jumlah modal, termasuk hutang dan ekuitas. ROIC menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam menerapkan total modal yang diperoleh dari pemegang saham dan kreditor. ROI Disney sedikit banyak mengikuti ROE karena rasio utang yang stabil, dan berada di level 13. 9% di tahun 2015. ROIC lebih tinggi dari biaya modal perusahaan mengindikasikan manajemen menggunakan sumber dayanya secara efektif. Dengan biaya hutang yang rendah, biaya modal Walt Disney kemungkinan bisa di bawah 10%, yang mengindikasikan perusahaan mampu menciptakan nilai bagi para pemegang sahamnya.